Selamat datang di www.kikiphotostudio.com - Abadikan Moment terindah dalam hidup anda bersama kami

#5 of 7 | prev product Prev - Next next product
printer email

product arrow Bisnis Fotografi

Fotografi telah mengalami banyak perubahan yang cukup siknifikan, mulai jaman kamera film hingga sekarang era digital. Dengan lahiarnya era digital seiring dengan pudarnya era analog menyebabkan kamera digital semakin digandrungi. Dari segi bisnis kamera digital sangat membantu kerja sang fotografer dalam mengolah gambar namun terkadang para pemula lupa dengan apa yang akan mereka foto yang ada dalam benak mereka hanyalah bagaiman mereka terlihat keren saat memotret sebuah objek. Era kamera digital membuat banyak orang cinta mati pada foto. Seakan kamera memiliki nilai magis yang dapat menghipnotos seseorang untuk mencintai dunia fotografi secara tidak langsung. Era digital telah menerabas nilai nilai fotografi jauh lebih maju dan meningalkan kesakralan era analog.

Sekarang semua orang dapat mengunakan kamera digital seenaknya tanpa harus menghitungkan berapa kali kita sudah melepaskan jepretan. Lalu munculah rumusan sederhana dalam fotografi “foto saja dahulu, mengedit urusan nanti”. Jaman digital membuat semuanya menjadi mungkin terjadi, anak kecil saja sekarang sudah anteng bermain dengan kamera poket digital.

Dari sisi lain, tanpa disadari era digital memunculkan fotografer-fotografer dadakan, tanpa mengerti teknik dan jam terbang yang cukup dan bermodalkan keberanian membuat fotografi menjadi bisnis yang cukup menjanjikan.

Dan sangat ironi sekali dengan banyaknya penyelia jasa jasa foto yang baru yang yang sudah berani berani membuat kartu nama dan menerima job hanya dengan bermodalkan kamera SLR layaknya para fotografer profesional dengan kemampuan yang pas pasan, dan menekan tombol shutter sebanyak banyaknya. Banyak sekali fotografer seperti ini kita jumpai, pada hal mereka sesungguhnya melupakan bahwa saat seorang fotografer menekan tombol shutter, segala hal yang berhubungan dengan estetika, nilai, dan pesan yang ingin disampaikan, semua berada di ujung jari telunjuk seorang fotografer.

Dengan memjamurnya fotografer yang mengaku bahwa dirinya profesional tapi bahkan tidak tahu apa pesan yang ingin dia sampaikan akan menghilangkan nilai dari memotret itu sendiri. Profesional atau pun amatir, hanyalah  julukan atas kemampuan seseorang, entah siapa yang menilai, dirinya atau orang lain.

Fotografi membuka peluang yang cukup besar untuk bisnis, sekang membuat orang tidak perlu tahu apa itu fotografi, siapapun yang bermodal besar bisa bermain di bisnis fotografi, banya pengusaha yang memiliki modal yang besar membuka studio tanpa memiliki fotografer handal. Meraka biasanya memangil fotografer lepas untuk membantu menjalankan bisnisnya.

Memulai bisnis fotografi memang membutuhkan modal yang tidak sedikit, terutama dalam menyediakan equipmet (alat-alat) seperti kamera digital, flash dan sebagainya.

Peralatan fotografi masih dibilang alat yang cukup mahal, namun bagi yang ingin memulai bisnis hanya menyediakan jasa pemotretan saja modalnya tidak terlalu besar, cukup denga kamera dan alat pendukung saja sudah cukup menghantarkan kita ke bisnis yang mengiurkan.

Apalagi dengan mengunakan jejaring sosial yang maksimal kita dapat menjaring berbagai konsumen dari seluruh penjuru dunia. Jejaring social merupakan etalase yang gratis, semua orang dapat melihat sample portpolio kita secara langsung.

Kini bermunculan one stop service wedding, bisnis yang memadukan jasa fotografi dengan jasa jasa lainya seperti menyewakan bridal, dan salon. Kita ketiga bisnis ini dapat dijadikan satu atap. One stop service merupakan sebuah terobosan bisnis yang cukup mengiurkan.

Kini bisnis fotografi mengarah ke bentuk one stop service karena hal ini akan membuat calon klain merasa tidak perlu repor repot lagi mencari di lain tempat untuk menyewa baju bridal ataupun make up.

Teknologi membuka kompetisi serta pesaingan dalma bisnis fotografi, lain halnya dibandingkan dengan 10 hingga 15 tahun yang lalu yang teknologi fotografi tidak sehebat sekarang ini. Jaman analog kita membutuhkan ber roll roll film untuk memotret, kini kita mengunakan memory untuk menyimpan semua foto kita. Selain itu harga kamera pun tidak semahal dulu, dengan harga kamera yang terjangkau mengakibtkan siapa saja dapt dengan mudah membelinya. Hal ini memudahkan unutuk setiap orang memulai bisnis fotografi. Hanya memodalkan kamera saja kita sudah bis memulai bsinis fotografi.

Apa lagi saat ini sudah berjamuran penyelia jasa penyewaan camera dan aksesorisnya. Kita dapat dengan mudah menyewa alat alat fotografi dengan harga murah. Dahulu kita harus membeli alat fotografi yang relative mahal sekang dengan budget sedikit kita masuk bias menyewa alat fotografi yang dapat membantu kita menjalankan bisnis fotografi.

Bisnis fotografi memiliki berbagai celah bisnis yang dapat kita geluti, misalkan saja usaha jasa pemotretan perkawinan, meliput moment pentingatau untuk kepentingan promosi suatu produk.

Bisnis fotografi kedepan sangat potensial sejauh kita mengetahui celah bisnis yang belum di isi banyak pesaing. Hal ini disebabkan kita tidak mengetahuiseberapa banyaknyanya orang yang akan melek kamera setiap harinya. Hal ni akan menyebakna akan semakin banyaknya pesaing dalam bisnis fotografi. Kondisi ini dapat menimpa siapa saja baik yang bermodal besar atau pun yang bermodal nekat. Namun sesesak apapun bisnis fotografi sekarang ini roda bisnis fotografi akan terus berputar